Hai semua, apa kabarnya?
Lama neh Mr.Moz tidak menyapa Mozaiker semua di blog.

Sesuai dengan agenda bulanan Mozaik, maka kali ini saatnya Writer’s Corner.
Kali ini Mr.Moz mewawancarai salah satu penulis yang baru saja menerbitkan buku  kumpulan puisi: Rosalin’s Passion di Mozaik yaitu Ermet Natasuwarha.



Langsung aja ya, simak wawancara Mr.Moz dengan beliau.

1.    Halo Mas Ermet, lagi sibuk apa neh sekarang?
Sibuk kerja (sebagai supervisor funding di sebuah bank syariah), sibuk ngurus anak, he he… Sibuk nyusun naskah untuk buku puisi yang ketiga…. Insya allah.
2.    Ceritain dong buku Rosalin’s Passion itu isinya tentang apa aja?
Rosalin’s Passion itu seperti membaca bagian dari kisah hidup saya (sequel ke-2 dari trilogi puisi)… Masih tentang cinta, impian, kegalauan, sakit hati bahkan seperti ramalan.. (itulah bedanya dengan penyair lain, he he)
3.    Kenapa memilih puisi sebagai bentuk karya Mas Ermet di dunia sastra?
Puisi itu lebih fleksibel. Tidak terpaku akan pakem (kalau pakem itu ada). Puisi itu seperti menuliskan rasa sakit. Semua bisa tercurah. Rasa tertumpah. Bukan hanya sebatas jatuh cinta pada bait-bait kata.
4.    Siapa penyair yang menjadi inspirasi Mas Ermet dalam berkarya?
Penyair Idola : Chairil Anwar, Sutarji Calzoum Bachri, Sapardi Joko Damono, Muhammad Iqbal, Kahlil Gibran, Taufik Ismail. Tapi kalau yang menjadi inspirasi adalah Sapardi Joko Damono, karena beliau lebih lugas dan sederhana, sangat membumi dan sangat Indonesia… Hal-hal kecil dalam kehidupan, bisa jadi puisi yang indah ditangan beliau.
5.    Banyak pembaca yang sepertinya kurang berminat pada puisi karena bahasa yang dipakai banyak memakai kiasan atau metafora sehingga susah dipahami isinya. Bagaimana pendapat Mas Ermet tentang hal itu?
Tidak semua orang mudah untuk mencerna puisi, itu benar dan merupakan sebuah keadaan yang wajar. Orang yang biasa makan nasi uduk tiba-tiba disuguhin pizza beraneka rasa memang butuh ‘adaptasi’ yang lumayan. Tapi pada dasarnya semua manusia itu puitis hanya memang kadar kepuitisan dan tingkat pemahamannya berbeda.
6.    Ada rencana nggak untuk mengeluarkan karya selain puisi, novel misalnya?
Selain puisi, saya sebenarnya sudah punya beberapa proyek novel dan cerpen yang terbengkalai. Insya allah akan digarap setelah menyelesaikan buku puisi ke-3.
7.    Ini pertanyaan iseng dari Mr.Moz, seumpama dilahirkan kembali ke dunia Mas Ermet memilih menjadi siapa?
Ketika umur 3 tahun, saya pernah ditanya, ‘Edi, kamu kalau sudah besar, pengen jadi apa?’… Saya jawab, ‘Pengen jadi setan’…. Ha ha ha, jawaban yang kurang ajar sekali saya pikir. Tapi sebenarnya itu adalah statement kritis saya yang pertama.
Kalau saya ditanya kalau misalkan dilahirkan kembali pengen jadi apa, saya akan mantap menjawab, saya pengen jadi ahli agama.

Itulah wawancara singkat kami dengan Mas Ermet Natasuwarha. Terimakasih atas kesediaannya Mas menjawab pertanyaan kami. Ditunggu karya-karya selanjutnya. Bagi yang ingin kenalan atau sekedar tanya-tanya soal puisi bisa langsung menghubunginya di akun FB-nya: Ermet Natasuwarha.

Salam

Mr.Moz

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

2 responses »

  1. RY says:

    Selamat atas bukunya ya mas Ermet🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s