Geliat penerbitan buku indie kini semakin meningkat di Malang, salah satunya dipelopori oleh Mozaik Indie Publisher. Penerbitan indie yang didirikan oleh Ihwan Hariyanto sejak February 2012 ini baru saja mengadakan sebuah acara bertajuk “Dua Jam Bersama Mozaik” pada hari Minggu, 23 Desember 2012 di Toko Buku Toga Mas, Malang.

Dua Jam Bersama Mozaik
Dalam acara ini, Mozaik melaunching dan membedah dua buku terbitan mereka sekaligus, yaitu Love Journey dan Perempuan Kedua. Buku Love Journey merupakan sebuah buku travelling yang ditulis oleh Dee An, Lalu Abdul Fatah dkk. Buku setebal 240 halaman ini berisi tentang pengalaman travelling 18 penulisnya yang terbentang dari seluruh penjuru Nusantara hingga ke luar negeri. Benang merah yang menghubungkan seluruh naskah adalah cinta, itulah sebabnya buku ini memiliki tagline: Ada Cinta di Tiap Perjalanan.
Adapun cinta yang dimaksud dalam buku Love Journey adalah cinta yang universal, cinta yang tidak terbatas pada pasangan saja. Namun juga cinta kepada Tuhan, alam, sahabat dan cinta pada travelling itu sendiri.

IMG_5177a
Para penulis Love Journey yang datang pada acara ini adalah Lalu Abdul Fatah, Helene Jeane Koloway, Silvani Habibah, Ihwan Hariyanto, Suga Adiswara dan Dinar Okti Noor Satitah. Semangat para penulis ini patut diacungi jempol karena mereka rela menempuh jarak yang jauh dari tempat tinggalnya demi kelahiran buku baru mereka. Helene Jeane Koloway misalnya, ibu dari dua anak ini datang langsung dari Perancis. Wanita asli Surabaya ini sudah menyukai travelling sejak muda, meski kini tinggal di Perancis namun kecintaannya pada Indonesia tidak pernah luntur. Di setiap agenda travellingnya bersama keluarga dia selalu menempatkan Indonesia sebagai tujuan pertama karena dia ingin kedua putranya tidak lupa pada akar budaya dan tempat dimana ibunya lahir.
Buku Love Journey sendiri lahir dari sebuah lomba blog yang diadakan oleh Dee An dan Lalu Abdul Fatah di sebuah jejaring sosial. Kata Love dan Journey diambil dari judul buku mereka masing-masing yang saat itu baru saja terbit, Travel Love dan A Thousand Miles Journey Begin With The First Step. Dari lomba ini kemudian diambil 16 naskah terbaik dan dibukukan bersama dua naskah mereka berdua.
Achmad Hidayat, Ketua I FLP (Forum Lingkar Pena) Malang yang didaulat sebagai pembedah mengatakan: “ Buku ini memberi sudut pandang baru akan arti sebuah perjalanan. Bukan hanya soal kemana kita travelling tapi juga soal siapa yang akan membersamai dan apa tujuan kita melakukan travelling. Menguak sisi romantisme perjalanan. Ada cinta, ada ceria, ada rindu yang membiru, ada juga kesedihan yang berbalut senja. Jika Anda suka, ingin atau punya cita-cita menjadi backpacker, maka wajib hukumnya memiliki buku Love Journey. Karena dengan membacanya, semua mimpi itu akan tetap menyala.”

 
Buku kedua yang dibedah dalam acara Dua Jam Bersama Mozaik adalah Perempuan Kedua. Buku kelima karya Ivonie Zahra ini merupakan sebuah kumpulan cerpen yang ditulis dalam rentang waktu enam tahun. Cinta dan Perempuan menjadi tema utama yang mewarnai sepuluh cerpen yang sebagian sudah pernah dimuat di media cetak di Hong Kong.
Ivonie Zahra sendiri memang pernah menjadi BMI (Buruh Migran Indonesia) selama lima tahun di Negeri Jackie Chan tersebut. Kemampuannya dalam menulis semakin terasah ketika dia bergabung di FLP (Forum Lingkar Pena) Hong Kong. Berbagai pengalaman baik suka maupun duka yang  didapatkan selama bekerja di sana menjadi sumber inspirasi bagi Ivonie Zahra dalam menulis cerita. Sebut saja cerita Gadis Berlesung Pipi, cerita ini terinpirasi dari gaya berbusana beberapa BMI yang berusaha mengikuti trend mode di Hong Kong.

IMG_5232a
Pemilihan judul buku yang diambil dari salah satu cerpen di dalamnya yaitu: Perempuan Kedua memang menimbulkan spekulasi dan dugaan bahwa buku ini bercerita tentang perselingkuhan. Ivonie Zahra mengatakan agar membaca saja langsung bukunya tersebut agar tahu makna sebenarnya dari Perempuan Kedua ini.
Sambutan para peserta Dua Jam Bersama Mozaik terhadap kedua buku ini sangat antusias sekali. Mereka dengan penuh perhatian mendengarkan pemaparan dari para pembedah dan penulis. Dalam sesi tanya jawabpun mereka sangat bersemangat sekali menanyakan hal-hal seputar buku Love Journey dan Perempuan Kedua.
Imelda, salah satu anggota FLP cabang UMM bertanya bagaimana menangkap momen-momen dalam perjalanan sehingga bisa jadi bahan tulisan? Oleh Lalu Abdul Fatah dijawab kita harus mengandalkan ingatan, jepretan foto, bila perlu merekam pembicaraan dengan orang-orang lokal yang ditemui di sepanjang perjalanan.
Peserta lain yang sudah membaca Perempuan Kedua bertanya tentang percintaan beda suku antara suku Jawa dan Kalimantan yang dibahas Ivonie Zahra dalam salah satu cerpennya. Ivonie mengatakan bahwa dia sengaja mengangkat tema yang cukup sensitif itu dengan tujuan ingin mengubah image yang selama ini terbentuk jika kita menikah dengan suku Kalimantan maka biasanya setelah menikah tidak akan diperbolehkan kembali ke tanah kelahirannya lagi.

 
Di sesi pembagian hadiah, para peserta makin bersemangat lagi. Dari pihak Mozaik Indie Publisher dan para penulis memang sudah mempersiapkan banyak sekali hadiah, mulai dari buku-buku terbitan Mozaik, kaus khas Lombok hingga souvenir dari Perancis.

IMG_5210a
Ihwan Hariyanto, selaku owner Mozaik Indie Publisher mengatakan sangat puas dengan keberhasilan acara ini. Apalagi ini merupakan debut pertama Mozaik dalam mengadakan acara offline, ke depannya dia berharap Mozaik bisa rutin mengadakan acara yang serupa dan bisa lebih sukses lagi baik secara kualitas maupun kuantitas.

*awalnya artikel ini akan dikirim sebagai pers release ke Radar Malang, JP namun karena keterlambatan pengiriman (maklum masih sibuk packing pesenan) tidak jadi dimuat. mohon maaf ya kepada para kontributor LJ.

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

15 responses »

  1. dieend18 says:

    kereeeeeennnn… sukses terus buat Mozaik yaaaa…🙂

  2. tahun depan launching Carok di Stasiun Sudirman

    • tinsyam says:

      woah idenya boleh juga tuh.. beneran di stasiun sudirman? *sebelah mananya stasiun manggarai ya?

      • Iya rencananya Agamfat mau kumpulin anggota klub keretanya, stasiun sudirman bukannya samping ex- citibank di jl. Jend Sudirman. Rencananya mau ada stand up comedy dan musik. Stand Up comedynya maunya sih Ancha

      • tinsyam says:

        *kog blom follow-an ya daku?

        udah baca buku carok nih.. ngakak pool.. gimana kalu stand up comedy beneran ya?

        oohh itu stasiun dukuh atas gitu? ntar cari info dulu..

    • Mr. Moz says:

      masih belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan Mas Agam, Ancha juga kemarin masih pulang kampung Mas. btw bukunya udah saya krim ke rumah ortunya sampeyan Mas.

  3. Kereeen… selamat memecahkan telur.

  4. tinsyam says:

    good luck mozaik.. selalu sukses..

  5. Mantap sekali, Mas!
    Nggak apa-apa nggak dimuat di Radar Malang. Mbak Ivon sudah cukup mewakili🙂
    Setidaknya, ada update dari penerbit melalui blog ini🙂
    Menunggu reportase yang di Batam…:)

  6. Haya Najma says:

    kereeennnnnn, selamaattt😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s