Bagi sebuah penerbitan -apalagi yang masih baru seperti kami – mengikuti sebuah event book fair menjadi impian yang dinanti-nanti. Kami sudah pernah mencoba ikut event book fair di Malang tahun lalu namun dengan tahu diri kami harus mundur karena harga stand yang ditawarkan terlalu mahal bagi kami, pun stand yang termurahpun sudah disewa penerbit lain.

Ketika di tempat kerja Mr.Moz, Perpustakaan Pusat UB akan mengadakan event book fair, kami cukup tahu diri untuk tidak mengajukan diri untuk ikut karena event tersebut kelas jauh di atas kami: International Book Fair. Dari namanya sudah jelas bahwa event ini diperuntukkan bagi penerbit-penerbit luar negeri semacam Mc Graw Hill, John Willey, Elsevier, Cambridge University Press dan masih banyak lagi lainnya. Kalaupun ada penerbit dalam negeri, mereka adalah penerbit milik perguruan tinggi. Dari segi segmentasi juga beda, buku yang dipamerkan adalah buku-buku diktat perkuliahan.

Namun ketika akhirnya IBF berlangsung dan saya bertugas di stand penerbit dari Belanda: Taylor and Francise, ada rasa iri dan gatal juga pengin memajang buku-buku Mozaik di rak yang masih ada tempat tersisa. Setelah bertanya-tanya ke penerbit UB Press tentang syarat ikut serta dalam book fair yang ternyata tidak dikenai biaya sewa stand, hanya potongan sebesar 35 persen dari harga tiap buku yang dijual, maka sayapun memberanikan diri untuk meloby Bapak Miyoto, selaku owner CV Sagung Seto, sponsor utama IBF.

Alhamdulillah, tanpa proses yang ribet Bapak Miyoto langsung memberikan ijin pada kami. Selain kemurahan hati beliau, kami yakin diperbolehkannya Mozaik ikut serta dalam IBF berkat referensi dari atasan Mr.Moz juga yang pada dua rapat persiapan IBF memperkenalkan Mr.Moz pada Bapak Miyoto terkait aktivitas kepenulisan saya. Terimakasih Bu Welmin.

Seminggu menjalankan tugas di IBF memberikan kami banyak pengalaman bagaimana melayani pembaca secara langsung mulai dari sekedar memberikan catalog buku hingga menjelaskan secara garis besar isi buku. Ada kebanggaan tersendiri manakala buku-buku dari Taylor ada yang terjual dan lebih bangga lagi ketika ada yang tertarik pada buku-buku Mozaik dan akhirnya membelinya.

Demikianlah laporan singkat kami terkait keikutsertaan Mozaik pada IBF 2013 di Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya. Semoga kehadiran kami di antara penerbit-penerbit luar negeri tersebut mampu lebih memperkenalkan nama Mozaik Indie Publisher pada masyarakat kota Malang, aamiin.

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

12 responses »

  1. omnduut says:

    Biasanya stand sederhana aja bisa berjuta-juta ya Wan. Alhamdulillah Mozaik makin dikenal banyak pengunjung🙂

  2. Dee An says:

    Moga Mozaik makin berkibar di dunia literasi, makin dikenal dan makin sukses…

  3. wetwetz says:

    Tambah sukses sm bisnis penerbitannya wan, sippppp🙂

  4. tinsyam says:

    selalu sukses ya wan.. jadi belajar sama penerbit yang udah eksis lama disana ya..

  5. RY says:

    Lancar selalu ya Mr Moz dan Mozaiknya🙂

  6. ngiler juga ada buku2 Mc Graw Hill, Elsevier, dll, dipamerkan. Berapa ya diskonnya.? CV Sagung Seto memang tempa kami beli2 buku. Setahu saya pak Miyoto adalah salah satu staf di situ

    • Mr. Moz says:

      Diskonnya 10 persen, trus harganya langsung dari penerbit, tidak kena bea cukai n ongkir LN. Tapi kemarin diperkenalkan sebagai dirut Sagung Seto, udah naik jabatan mungkin Dok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s