Genre: Fiksi-Kumpulan Puisi

Penulis: Ekohm Abiyasa

Desain sampul: Yudhi Herwibowo

Penerbit: Mozaik Indie Publisher

Tebal: 102 hlm, 13×19 cm

ISBN: 978-602-17659-9-9

Harga: Rp.30.000

Puisi, salah satu bentuk prosa yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Baik dari cara penulisannya maupun cara menikmatinya. Menulis puisi dibutuhkan intuisi dan kepekaan rasa yang tajam, sang penyair harus mampu menyampaikan pesan dari buah karyanya tersebut dalam diksi yang indah dan jumlah kata yang terbatas. Penyair yang hebat bukanlah yang jago bermetafora setinggi langit, namun yang mampu melarutkan pembaca dalam bait-bait puisinya meski dengan bahasa yang sederhana. Pun cara menikmati puisi juga dibutuhkan kepekaan rasa agar mampu menangkap arti dari tiap bait yang tersusun dengan indahnya.

Sayangnya keistimewaan tersebut ibarat pisau bermata dua. Tak banyak orang yang tertarik untuk menulis atau menikmati karya puisi. Akibatnya, puisi seperti sedikit tersisihkan dari hingar-bingar dunia literasi. Itulah sebabnya kami salut dan acungkan jempol untuk sang penulis, di usianya yang masih tergolong muda Ekohm Abiyasa berani meluncurkan sebuah kumpulan puisi sebagai debut perdananya di dunia sastra.

Malam, Kopi dan Sunyi. Tiga kata berlainan jenis namun memiliki keterkaitan yang sangat erat. Malam merujuk pada keterangkan waktu, kopi sebuah kata benda, sunyi menerangkan keadaan. Bagi orang-orang yang biasa begadang tentu tiga kata itu sudah menjadi teman setia mereka. Sang penulis dalam kata sambutannya mengatakan: Buku ini kupersembahkan buat para penikmat kopi dan malam-malam sunyi. Semoga kalian semakin bergiat diri mencari sunyi di sela-sela ampas kopi.

 cover full malam sekopi sunyi

“Puisi adalah ruang belajar bagi penulisnya yang selalu meluas dan tak habis-habisnya. Lewat kumpulan puisi ini, Ekohm Abiyasa menasbihkan itu. Ia berikhtiar mengeksplorasi hal-hal sehari-hari seiring dengan riak hati dan galau batinnya. Dan saya yakin ia tidak akan berhenti saja di situ. Seperti sebuah tugu, ia akan menjelajah lagi kemungkinan-kemungkinan puitika yang belum dirambahnya untuk menjadikannya ruang eksplorasi baru, sekaligus eksperimentasi”. Mashuri – Penyair Jawa Timur. Penulis puisi Ngaceng (2007) dan Munajat Buaya Darat (2013)

Semoga dengan kemudaan usia dan gaya bertutur sang penulis, buku bertajuk Malam Sekopi Sunyi ini mampu lebih mengenalkan puisi kepada generasi muda. Dan bagi penulisnya, semoga menjadi jalan pembuka dan penyemangat untuk terus berkarya.

Visit blog buku ini di sini.

Untuk pemesanan silahkan sms ke: 085749654481

Format sms: judul buku_jumlah eksemplar_nama_alamat lengkap.

Salam

 

 

Mozaik Team

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

2 responses »

  1. Ayo-ayo dibeli ^_^

    Selamat membaca sunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s