Selama setahun menjalankan penerbitan Mozaik Indie Publisher, banyak pengalaman yang kami dapatkan baik itu suka maupun duka. Kerjasama yang terjalin antara kami dengan penulis, desainer, percetakan, partnership hingga pembaca tak selamanya berjalan mulus. Adakalanya terjadi gesekan-gesekan yang disebabkan oleh kesalahpahaman maupun tidak adanya profesionalitas dalam diri salah satu pihak.

Kalaupun sekarang kami membeberkan kasus yang telah terjadi bukan maksud kami untuk menjelekkan nama personal namun lebih pada pembelajaran bersama dan peringatan bagi yang bersangkutan agar tak meremehkan penerbitan indie.

Pada medio Desember 2012 ada seorang mahasiswa sebuah PTN di Malang Fakultas Ilmu Budaya yang menghubungi saya, namanya M. Zuber Syamsudin atau akrab dipanggil Udin. Kepada saya Udin mengaku kalau dia sudah mempunyai satu novel yang diterbitkan sebuah penerbitan major di Malang. Menurut pengakuannya, novelnya ini menjadi best seller dan stoknya sudah habis. Nah dia menghubungi saya dan meminta tolong untuk mencetak ulang bukunya 5000 eksemplar karena ada distributor di Jakarta yang memesannya.

Setelah mengobrol lama, ujung-ujungnya dia meminta tolong pada kami untuk membiayai seluruh penerbitan 5000 eksemplar tersebut. Terus terang kami kaget juga dengan permintaannya tersebut, kamipun menjelaskan bahwa Mozaik adalah penerbitan indie dimana seluruh biaya penerbitan ditanggung sendiri oleh penulis. Dan terus terang kami tidak punya dana untuk mencetak buku sebanyak itu.

Meski begitu Udin tetap saja memohon agar kami mau membiayai penerbitan ulang novelnya tersebut. Karena memang kami benar-benar tidak punya biaya maka kamipun tetap dengan jawaban yang sama. Akhirnya kami mengajukan opsi untuk cetak POD saja.

Udin lalu datang lagi, kali ini dia ingin membantu adik angkatnya menerbitkan kumpulan cerpennya yang diberi judul Menggapai Mimpi di Balik Senja. Rencananya kumcer ini akan diterbitkan POD. Dia meminta kami untuk membuatkan desain covernya. Setelah membahassedikit dan ada kesepakatan harga, maka kamipun menghubungi salah satu desainer freelance kami yaitu Mas Roel.

Oleh Mas Roel, Udin dibuatkan 2 desain cover. Berikut desainnya.

Print

Print

Mohon dicermati, jika menemukan buku dengan desain serupa mohon laporkan pada kami.

Setelah desain jadi, saya menghubungi Udin untuk proses selanjutnya. Udin lalu memberikan data diri penulis untuk ditambahkan di cover. Untuk naskah katanya masih menyusul. Sampai di proses ini, Udin sama sekali belum melakukan pembayaran. Saya sendiri memberikan toleransi karena melihat stastusnya yang mahasiswa dan berada di rantau.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, Udin tak ada kabarnya. Saya sudah berkali-kali menanyakan kelanjutan penerbitan kumcer adik angkatnya namun ada saja alasan yang diberikan. Mulai dari naskah belum selesai, dia masih ribet dengan persiapan kepergiannya yang katanya mau ke Bangkok. Makin lama alasannya makin nggak masuk akal, terakhir dia bilang adiknya nggak jadi nerbitin kumcer tapi covernya akan tetap dipakai untuk naskah lain.

Bosan dengan segala alasannya saya mencoba mengikhlaskan, meski di satu sisi saya tidak enak dengan Mas Roel yang sudah mencurahkan kretifitasnya untuk mendesainkan dua cover. Untungnya sih, Mas Roel mau mengerti dan memaklumi kealpaan n keluguan saya dalam menjalankan bisnis ini.

Puncaknya, ketika terjadi kasus lagi dengan penulis lain, saya merasa kok para penulis ini terkesan menggampangkan dan menyepelekan penerbitan indie. Dengan segala akumulasi kekecewaan itu saya mencoba menghubungi Udin kembali. Dia rupanya agak takut dengan ancaman saya yang akan membuka kasusnya di blog, dia menyanggupi akan menyelesaikan tanggung jawabnya.

Namun, lagi-lagi Udin ingkar janji. Dia tidak dating, bilangnya lagi sibuk kuliah. Dan sampai sekarang dia tidak ada kabarnya lagi.

Sebenarnya saya bisa mencari data dirinya karena dia kuliah di tempat saya bekerja. Tapi saya sudah malas, muak dan bosan dengan alasan-alasan yang akan dikatakan Udin. Kalaupun kemarin saya mengejarnya, itu hanya karena saya ingin memperjuangkan hak Mas Roel sebagai desainer yang sudah membuatkan dia cover. Untuk naskahnya? Saya sudah tidak sudi menerbitkannya di Mozaik.

Okey, M Zuber Syamsudin. Sesuai dengan is isms saya pada akhir Maret yang lalu yang isinya sebagai berikut: Jika sampai dengan bulan Maret kamu tidak menyelesaikan tanggung jawabmu maka jangan salahkan kami jika kami membuka kasus ini di blog dan FB.

Kami sudah memberikan banyak tenggang waktu dan pemakluman namun kamu sepertinya memang meremehkan kami. So…kami berikan apa yang kamu inginkan. Kami baru sadar telah salah mempercayai kamu setelah melihat data dirimu di FB, kamu mengaku kuliah di ITB padahal jelas-jelas kamu kuliah di Malang!

Bagi para penulis yang lain, mari kita bekerja sama dengan itikad baik dan penuh profesionalisme. Jangan karena status kami yang indie lalu menganggap kami tidak legal bahkan meremehkan. Kami penerbitan indie, membantu para penulis menerbitkan sesuai dengan keinginan kalian. Tapi bukan berarti kalian bisa semau gue, tetap ada peraturan dan konsekuensi atas segala tindakan kalian yang merugikan kami.

Salam

 

 

Mozaik Team

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

46 responses »

  1. omnduut says:

    Semoga hal ini dijadikan pelajaran bagi yang berniat hanya ingin main-main ya Wan. Buat mas Roel, tetep semangat! Anggap saja sebagai pemantapan untuk hasil karya yang lebih keren🙂

  2. Reblogged this on New-Rule and commented:
    Risk of doing business

  3. damuhbening says:

    Hal seperti ini sepertinya jamak terjadi disegala bidang, aku sendiri sering mengalaminya, lelah dan waktu yang sudah disediakan dan diberikan rasanya tak berarti, mungkin karena aku juga hanya pekerja freelance tanpa naungan apa-apa, jadi dianggapnya mudah-mudah saja.

    Semoga hal serupa mulai disadari oleh semua pihak ya mas, agar tidak ada yang dirugikan, jika ada kasus-kasus serupa memang baiknya diangkat saja ke permukaan, semoga menjadi efek jera. dan semoga kasusnya segera selesai..

    [eh…boleh jadi salah satu tenaga freelance-nya gak ya? hehehe]

    • Mr. Moz says:

      semua pihak jika tak punya hati nurani n profesionalisme bisa saja bertindak merugikan Bli, entah itu penulis, penerbit, desainer maupun pembeli. Kita memang harus hati-hati dalam menjalin kerjasama.
      aamiin, semoga Bli.

      Hmm boleh-boleh Bli, jika memang cocok kenapa tidak?🙂
      namun perlu digaris bawahi kami hanya penerbit indie dengan modal kecil, kuatirnya kami tak sanggup mengapresiasi karya Bli dengan nilai yang sepantasnya.

  4. Jalin kerjasama dengan seluruh penerbitan Indie untuk memasukkan nama M Zuber Syamsudin dalam daftar hitam.

    Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Lain kali jangan terlalu lengah dalam memproses suatu proyek tanpa kejelasan “Kesepakatan Bersama”.

    • Mr. Moz says:

      Sudah Mas, kami sudah menyebarkan link note FB kami di grup merah penerbit n penulis nakal di FB.
      Iya Mas, kasus ini kami jadikan pelajaran agar jangan sampai terulang lagi di masa yg akan datang.

  5. teguh says:

    Sayang kalo hal begini tidak disebarkan secara luas, kali aja bisa jadi pembelajaran, meskipun efek jera bagi pelaku belum tentu juga sih.

  6. RY says:

    Makasih untuk sharenya Mr.Moz dan smoga ini memang menjadi pembelajaran buat kita semua. Insyaallah Mr. Moz dan crew mendapat gantinya yang lebih baik dan lebih bisa diajak kerjasama, dimudahkan, dilancarkan segalanya.

    Malah seharusnya kita berterima kasih pada penerbitan indie, karena telah membantu banyak orang untuk tetap berkarya. Dan berkarya bisa melalui apa saja kan, tanpa melihat indie atau tidak.

    Terus maju untuk Mozaik Indie🙂

    • Mr. Moz says:

      Sama-sama Ry, makasih ya doanya.
      Itu dia, kami itu niatnya membantu penulis2 indie tapi malah kena tipu. kalo orang Jawa bilang: wes nulung malah kepenthung😦

      • RY says:

        Ho oh yo mas. Pokoe niat kita baik dan semata-mata memang membantu. Semoga dia mendapat balasan yang setimpal dariNya aja ya ….

  7. Mr. Moz says:

    [PENTING] Ada update terbaru di note kami di FB, ternyata korban dari M Zuber Syamsudin ini bukan kami saja, namun penerbit mayor Dioma di Malang juga kena tipu sebesar 3 JUTA, simak pengakuan mereka di sini: https://www.facebook.com/notes/mozaik-indie-publisher/kasus-1-penulis-yang-tak-bertanggung-jawab/234830133323741?comment_id=967865&offset=0&total_comments=54&ref=notif&notif_t=note_comment

    • Larasati says:

      wah kebangetan kalau itu, dia udah pakar penipuan begini yah

      • Mr. Moz says:

        iya, kaget juga padahal dia masih semester awal kuliahnya.
        gimana nanti kalo udah jadi orang, apa malah ga tambah merajalela😦
        semoga dia sadar Mbak.

    • Dee An says:

      kalau kayak gitu berarti emang udah mental dia, wan…
      kudu dikasih pelajaran biar jera dan gak menipu lebih bnyak lagi.
      kalau sudah seperti ini apakah bisa diperkarakan ke pihak berwajib ya?

      • Mr. Moz says:

        sepertinya sih, buktinya udah punya tanggungan hutang eh masih nekat mau cetak 5000 di kami.
        bisa banget, apalagi kerugian yang dialami Dioma sangat besar, 3 juta!!

  8. Waspadalah…waspadalah. Tulis surat pembaca saja. Kalau perlu sama fotonya. Insya Allah semua ada balasannya. Dengan adanya kerikil2 seperti ini, Mozaik akan tumbuh makin dewasa dan tangguh.

    • Mr. Moz says:

      Pelaku sudah mengirim pesan pada kami lewat FB, dia malah menuduh kami membuat berita yang tidak benar n mencemarkan nama baiknya karena korban lainnya ikut berkomentar di note kami. *tepok jidat*
      Aamiin, makasih doanya Dok🙂

  9. Yusuf says:

    HMM..Pasti Mozaik akan semakin maju. ini adalah pembelajaran yang bagus karena semakin maju semakin besar pula cobaannya. Maju terus..!!

  10. anchaanwar says:

    Perasaan kemarin gw komen deh, kok komen gw ga masuk😦
    Intinya, org itu (sadar atau ga sadar) telah menutup pintu rejekinya sendiri.

  11. Di' says:

    Ikut prihatin atas kejadian yg anda ceritakan. Semua usaha pasti ada resikonya dan pasti setiap masalah akan jadi sebuah pelajaran yg berharga. Setelah tahu kalau beberapa jurnal blog teman2 saya ada yg dicopy lalu dijadikan buku tanpa sepengetahuan mereka, rasanya saya tidak terkejut lagi kalau ada orang yg berniat curang. Semoga ini akan menguatkan keberadaan Mozaik sebagai penerbit. Ngomong-ngomong, saya ingin tahu lebih banyak mengenai penerbitan Indie ini terutama di Indonesia. Saya bisa tanya ke siapa dan lewat apa?

    • Mr. Moz says:

      Terimakasih Mbak atas empatinya. Iya bener kami menyadari ini semua udah jadi resiko dalam berbisnis.
      Oh iya, memang banyak blog2 yang dicopy paste dan dibukukan tanpa ijin, ikut prihatin juga dengan nasib teman2 MBak.

      Btw tau blog kasus ini dari mana Mbak?
      Kalau mau tau lebih banyak, untuk prosedurnya silahkan baca di sini: https://mozaikindie.wordpress.com/mau-kirim-naskah/
      Kalau mau kontak person, silakan hub Mr.Moz : 085749654481

      • Di' says:

        Saya tahu kasus pencurian tulisan & resep di blog itu karena saya kenal teman2 & sesama blogger juga. Saya sudah beberapa tahun menulis blog, jadinya maklum sekali dgn kecurangan yg ada. Komentar saya dipakai seorang kenalan di bukunya, padahal dia tidak minta ijin atau memberitahu akan mencantumkannya. Terima kasih untuk infonya. Kebetulan sekali saya sedang mempertimbangkan menerbitkan buku prakarya sendiri yg sudah beberapa lama disarankan banyak teman.

      • Mr. Moz says:

        Maksudnya kasus yang terjadi pada kami MBak he3
        Wah bagus tuh, sekarang kan lagi booming juga buku2 kreasi kalau mau nerbitin indie jangan ragu untuk hubungi kami🙂

  12. boemisayekti says:

    ikut prihatin juga. apakah tidak ada perjanjian hitam di atas putih?

  13. mide says:

    Oh wow, saya pernah ikut serta dalam pembuatan sebuah buku, tapi hanya sebagai editor freelance sekaligus penulis beberapa segmen saja dan waktu itu saya memang gak begitu ngerti dengan masalah percetakannya sendiri…dan ternyata ada kasus seperti ini ya….

    Semoga ada gantinya nanti untuk musibah ini ya🙂

    • Mr. Moz says:

      Alhamdulillah kasus ini sedang menuju penyelesaian, si Udin mau bertanggung jawab setelah dia mendapat banyak akibat buruk akibat berita ini. Sebenarnya kami tak berniat menjelekkan namanya, kami sudah memberikan peringatan namun tidak digubris jadi ya terpaksa kami lakukan ini.

      Salam kenal, makasih sudah mampir di blog kami.

      • mide says:

        Oh alhamdulillah klo udah ada penyelesaiannya🙂

        Saya juga baru tahu loh ada penerbit indie di Malang, dan ketika saya tau itu didirikan oleh penulis Xenographer sempet wow sendiri. Saking lucunya novel itu saya inget sampe sekarang guyonan nama di bab2 awal (sepertinya dulu saking senengnya saya kirim email ke penulisnya, ah jaman SMA~ saya suka ngirim email ke penulis)

        Salam kenal juga ^_^

      • Mr. Moz says:

        Wah pembaca Xerografer tho? senang sekali bertemu Mbak?Mas ini.
        dulu pernah kirim email? isinya tentang apa, maklum udah pelupa neh😛
        ahahaha tentang Budi itu ya, nama sejuta umat tuh.
        Di Malang juga tinggalnya?

      • mide says:

        IYA, INI BUDI! (ahaha, masih senyum senyum sendiri klo inget baca itu). Saya sendiri juga lupa ngirim email isinya apa, sudah lama sekali kan, lima atau enam tahun yang lalu xD

        Iya, saya tinggal di Malang (kabupaten) :))

      • Mr. Moz says:

        enam tahunan, Xero kan terbit 2007.
        Juni nanti saya mau launching n bedah buku terbaru: Book Junkies. datang ya, ntar pantengin aja pengumumannya di FB kami: Mozaik Indie Publisher.

  14. Eka Restia says:

    Sy tau anaknya. dan dia juga tergabung dalam organisasi yg saya ikuti. Tak menyangka aja kalau dia seperti itu. Thanks ya mozaik, udah mnyebarkan terkait ini. Kita akn lebih hati-hati terhadap anak ini

    • Mr. Moz says:

      Sama-sama, semoga dengan pemberitaan ini bisa membuat dia jera.
      Salam kenal juga, boleh tahu nama organisasinya? mungkin next time kita bisa bekerja sama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s