Sebagai salah satu bentuk promosi, pada hari Minggu, 13 April 2013 bertempat di toko buku Gramedia Malang Town Square, Mozaik Indie Publisher bekerja sama dengan Perpustakaan Universitas Ma Chung mengadakan acara bedah buku. Adapun buku yang dibedah kali ini adalah Love Journey: Ada Cinta di Tiap Perjalanan.
Ini adalah kali kedua Love Journey dibedah, setelah tahun lalu dibedah di toko buku Toga Mas Malang bersamaan dengan launchingnya. Dimulai pukul 15.00 WIB, Love Journey dihadiri salah satu penulisnya sekaligus owner Mozaik sendiri yaitu Ihwan Hariyanto. Adapun yang menjadi pembedah adalah salah satu pustakawan Perpustakaan Ma Chung yaitu Bapak Welly Prasetyo dengan moderator Vivian Wijaya.
Mr.Moz bersama rombongan sudah tiba di Gramed Matos pukul 14.45, saat itu stage untuk bedah buku sudah disiapkan oleh pihak Gramed lengkap dengan kursi-kursinya namun masih kosong. Sebelumnya Mr.Moz sudah menghubungi Mas Welly dan Vivi yang masih belum hadir di tempat. Mas Welly masih mengambil konsumsi bersama teman-temannya sedangkan Vivi masih on the way.
Tak lama Mas Welly datang seorang diri. Kedua temannya terpaksa naik taksi karena kondisi cuaca yang memang sedang hujan deras sore itu. Pihak Gramed sendiri sudah mengumumkan akan adanya acara bedah buku kepada para pengunjung yang hadir namun mungkin karena malu jadi belum ada yang duduk di kursi yang disediakan. Akhirnya pihak Gramed menyuruh beberapa staffnya untuk duduk sebagai pemancing.
Mr.Moz sendiri mulai sedikit galau karena Vivi tak juga datang sementara jam sudah menunjukkan pukul 15.05.  Untunglah ada tiga pelajar SMP yang mau duduk, kamipun mencoba bersabar menunggu kedatangan Vivi. Untuk mencairkan kegalauan, Mr.Moz ngobrol-ngobrol santai sama Mas Welly.
Mungkin karena kelamaan nunggu acaranya nggak dimulai-mulai, tiga pelajar yang udah duduk itu angkat kaki dari kursinya, kegalauan makin meningkat deh di diri Mr.Moz. Tapi dengan dua kali pengalaman mengadakan acara bedah buku, kegalauan itu segera diusir jauh-jauh. Berapun pengunjung yang duduk di kursi, acara kami akan tetap berjalan. The show must go on.
Akhirnya acara bedah bukupun kami mulai tanpa kehadiran MC. Mas Welly mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan materi bedah bukunya. Layaknya bedah buku pada umumnya, Mas Welly memaparkan secara global buku Love Journey, kemudian dilanjut dengan kelebihan dan kekurangannya.

Salah satu kelebihan Love Journey yang diungkapkan Mas Welly adalah: Dalam buku ini kita bisa mendapatkan begitu banyak cerita yang membuat kita tersenyum, sedih, merenung. Contohnya pengalaman dr. Prita ketika melakukan perjalanan ke Lebanon di mana beliau dan tim dijamu dengan mewah, meskipun menurut ukuran kita itu biasa saja. Apa itu? Yah Beliau dijamu dengan minuman Coca Cola. Untuk menyambut tamu dari jauh rakyat Palestina rela mempertaruhkan nyawa. Mereka mau memberikan yang terbaik. Ingin tahu lebih lanjut? Silahkan baca kisah dr. Prita di halaman 39

Untuk kekurangan Love Journey yaitu soal foto di dalam buku: Foto-foto yang ada hitam putih, mungkin kedepannya kalau bisa berwarna. Memang ongkos cetak bisa lebih mahal dan membuat harga buku juga lebih mahal, namun bila itu dapat menjadi nilai lebih serta menjadi daya tarik, saya rasa harga buku yang sedikit lebih mahal tidak mengapa.

Beberapa pengunjung mulai bertambah yang duduk di kursi, yang tidak kebagian kursi akhirnya hanya bisa berdiri di belakang. Tak lama kemudian, Vivi bersama keluarganya datang juga. Lega deh liatnya. Setelah Mas Welly selesai memaparkan materinya, Vivi lalu mengambil alih acara.

Melihat audience yang sepertinya belum familiar dengan Love Journey, maka sesi tanya jawab diperluas temanya, tidak hanya tentang Love Journey namun tentang penerbitan indie juga. Alhamdulillah atensi para pengunjung cukup besar, terbukti hampir semua yang hadir mengajukan pertanyaan. Dan jujur saja, Mr.Moz sempat merasa sedikit kewalahan menjawab salah satu pertanyaan pengunjung, untung Mas Welly berbaik hati mau membantu. Pembedah buku yang baik hati, jarang-jarang lho ada pembedah yang mau membantu penulisnya he3

Silaka lihat cuplikan acara bedah bukunya di sini.

Setelah sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan sesi yang pasti disukai oleh semua pengunjung yaitu pembagian hadiah dan kuis. Pihak Ma Chung menyediakan 3 buah hadiah yang diberikan kepada tiga penanya terbaik yaitu Mbak Aditya, Mbak Jilbab Putih (lupa namanya he3) sama Mas Hilal.
Untuk kuis ada dua sesi, kuis pertama ada dua hadiah berupa voucher gramed senilai Rp.25.000. Kuis sesi pertama pengunjung diberi pertanyaan seputar isi buku Love Journey.
Yang seru adalah kuis sesi kedua dimana Mr.Moz mengajak para peserta untuk bercerita tentang pengalaman travelling yang paling seru dan berkesan. Di sesi ini Mbak Irma dari UB menjadi pemenang karena ceritanya tentang pantai Tamban mendapatkan banyak applause dari pengunjung yang lain. Lihat performance para pengunjung di sini juga.

Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya acara bedah buku Love Journey di Malang Part 2 ini. Perpustakaan Universitas Ma Chung yang diwakili Mas Welly dan teman-temannya atas kerjasamanya, Gramedia Matos atas sarana dan pra sarananya, para pengunjung yang sudah mau duduk dan menyimak acara kami. Sampai ketemu di event-event Mozaik selanjutnya yaa.

Salam

Mozaik Team

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

18 responses »

  1. nyonyasepatu says:

    Ngerasain deg2annya pas di awal, hiiii

  2. Dee An says:

    Huaaa.. bisa merasakan kegalauan Mr. Moz di awal acara itu.. Soalnya pernah ngerasain juga waktu acara launching Love Journey di Batam kemaren🙂

    Sukses terus buat Mozaik. Pengeeen banget rasanya ikut hadir di event Mozaik, tapi sayang banget jauh. Moga nanti pas aku mudik bertepatan juga dengan sebuah event di Mozaik ya.. Launching LJ2 mungkin🙂

    • Mr. Moz says:

      Wekekekeke meski udah tiga kali ngadain acara, tetep aja ga bisa diprediksi.
      Harapan kami pas coba bedah buku di gramed mungkin bisa lebih rame secara tempatnya di mall yg besar tapi ternyataa ujiannya lebih besar😀

      Aamiin2, moga LJ 2 bisa launching agustus. atau bisa juga bedah buku book junkies or MWS, kan kamu kontributornya juga.

      • Dee An says:

        weittsss… acara di mall itu resikonya lebih besaaaaaarr…

        aamiin…moga nanti pas agustus banyak event ya di mozaik.. pengen ikutaaaaaann…🙂

      • Mr. Moz says:

        Iyaa, harus bersaing dengan stand2 lainnya yg lebih atraktif.
        Aamiin, pengin juga kamu, Mbak Rien n lainnya bisa datang ke Malang lagi.

  3. tinsyam says:

    senang ya acaranya sukses dan enjupun hadir..

    • Mr. Moz says:

      Iya seneng banget Mbak.
      Kami ingin Enju tahu sejak kecil dunia yang digeluti kedua orang tuanya n bisa jatuh cinta juga ama dunia tulis-menulis, aamiin.

  4. Selamat atas kesuksesan acara bedah bukunya. Jadi, bayi yg difoto itu Enju, to? Salam kenal ya, nak….

    • Mr. Moz says:

      Makasih Dok, nggak pengin ngadain di Jakarta? banyak kontributor di sana yang bisa diajak koordinasi Dok.
      Iya, salam sayang dari Enju Budhe🙂

  5. thebimz says:

    itu mas Welly Prazh itu ya?

  6. yasdong says:

    wuiihh terasa bener dag dig dugnye, broh. kapan-kapan gw pengen main ke Malang ah. hehe

    • Mr. Moz says:

      pastinyaa, seru deh ngadain acara bedah buku gini.
      siip, ditunggu lho. agustus Dee mau pulkam, barengan aja, siapa tahu bisa bedah buku Book Junkies.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s