Up-date Finall Peserta Audisi CMI

Audisi cerpen Cinta Matiku Indonesia tak terasa sudah berjalandua bulan.

Berikut naskah yang masuk di email audisi:

  1. Air Mata di Atas Debu karya Syaiful Anwar
  2. Akad karya Lalu Abdul Fatah
  3. Ibuku TKW karya Jack Alawi
  4. Kemilau Gadis Pemilik Lesung Pipit karya Noky Sanim
  5. Sang Penari Ebeg Menggugah Dunia karya Regas Febria Yuspita
  6. Asal Mula Batang Hari karya Nurmah
  7. Kenangan Pahit di Tugu Khatulistiwa karya Dita Hersiyanti
  8. Kawah Putih karya Kamara Dika
  9. Si Cantik Sigofi Ngolo karya Sukiatno Catur Pamungkas
  10. Ledhek karya Novia Anggraeni
  11. Menatap Senja di Langit Sumatera karya Muhammad Andri Apriadi
  12. Cinta Mas Bejo karya Dyah Istiani
  13. Tak Perlu Jauh-jauh karya Yeni Kurniawati
  14. Penjaga Sandingan karya Aulia Manaf
  15. Janji Takabonerate karya Edrida Pulungan
  16. Cual karya Dwi AR
  17. Negeri di Atas Laut karya Dee An
  18. Kapuhunan karya Ummu Rahayu
  19. Gincu karya Dinar Okti Satita
  20. Sinden karya Witri Prasety Aji

Meski jumlah peserta belum memenuhi kuota namun kami putuskan untuk tidak memperpanjang lagi audisi ini. Keputusan apakah semua naskah akan kami terbitkan atau tetap ada seleksi akan kami kabarkan setelah penjurian. Pengumumannya Insya Allah tanggal 26 Agustus 2013.

Terimakasih atas partisipasinya, sampai jumpa di audisi Mozaik selanjutnya.

Pengumuman Pemenang Quiz Book Junkies

Mozaiker, ini dia yang kalian tunggu-tunggu.

Sesuai janji Mr.Moz, pada hari tanggal 20 Juni kami akan mengumumkan pemenang Book Junkies Quiz..!!

Kami ucapkan terimakasih atas partisipasi Mozaiker dalam kuis yang sederhana ini.

 

Sebelum kami umumkan, terlebih dahulu kami tunjukkan seluruh peserta yang mengikuti kusi ini.

Amai Aminz (Notes) on Tuesday, May 21, 2013 at 3:53pm

Arti buku kan? ummm, menurutku buku itu salah satu wujud cintanya Allah sama kita. Wujud kepedulian Allah kepada hamba-Nya. Dia mengajarkan arti dan tujuan kehidupan, membekali, serta menuntun kita dibumi-Nya ini salah satunya lewat buku, via Penulis tentunya. Buku ibarat mata. Tanpanya, sudah pasti kita bakalan buta. Buta, tidak bisa membaca dan memahami segenap kuasa-Nya, juga buta visi, nggak tahu akan dibawa kemana tujuan hidup ini. Buku itu jendela menuju-Nya B)

 

Yeti Kartikasari Lestiyono (Notes) on Tuesday, May 21, 2013 at 4:17pm.

Arti Buku Menurut Saya;

Buku adalah salah satu sumber inspirasi, ibarat telaga, ia tak pernah kering mengalirkan ilmu kepada siapa saja yang rendah hati dan  tidak malu untuk menggali ilmu. Buku bagi saya, juga obat bagi setiap rasa sakit. Tidak selalu sakit itu karena penyakit medis, tetapi disebabkan ada yang “hilang”, atau “kurang” dari diri kita, dan itu semua dapat diobati dengan membaca buku. Buku juga guru yang rendah hati. Tidak pernah enggan berbagi dan mengajarkan banyak hal yang baru kita ketahui dengan membaca. Buku bagi saya juga sahabat untuk belajar menjadi bijaksana, santun, tetapi “kaya” secara batin dan intelektual.

Latansaide May 21, 2013 · 1:44 pm

Buku adalah sebaik-baik teman duduk di setiap waktu. Meski banyak orang mencoba menolaknya, tapi memang begitu. Hei, termasuk kamu! Kuberi tahu ya, kalau kini, buku bukan lagi ‘hanya’ onggokan kertas yang dijilid rapi menjadi satu. Dengan segala kelincahannya ia berubah lebih hebat dari Tukang Kartu Sakura, Kantong Ajaib Robot Kucing, atau BenSepuluh. Pada akhirnya, dia berubah menjadi e-book, Facebook, notebook, netbook, hingga tablet book. Setidaknya, kamu berteman baik dengan salah satu.

Stebby Julionatan (Notes) on Tuesday, May 21, 2013 at 10:10pm

Arti buku menurut saya…Buku dan saya itu… mmmm…  (mikir) rasanya dah seperti lem dan perangko. Benar-benar tak terpisahkan. Di mana ada buku, pasti ada saya. Pun demikian sebaliknya, di mana ada saya, pasti ada buku. Saya mungkin bisa keluar rumah tanpa membawa dompet atau HP, karena lupa. Tapi, aku tak bisa keluar rumah tanpa membawa buku untuk dibaca. 🙂

 

ely Erwinda (Notes) on Wednesday, May 22, 2013 at 8:30am.

Arti buku versiku: Buku adalah pintu yang kenalkanku tentang dunia luar. Ajarkanku tentang makna kehidupan yang tak hanya sekadar pemikiran dangkal. Lembar demi lembar yang berkisah, bergurau, berbagi wawasan, hingga bersenandung tentang liku kehidupan seseorang. Buku menjadikan hidupku lebih hidup, napasku lebih bernapas, dan duniaku lebih mendunia. Lewat buku dan larik-larik ide dari tangan-tangan kreatif, aku belajar untuk bermimpi, berpikir sejenak, dan menata ulang mindset yang telanjur semrawut. Karena buku, aku berkeinginan untuk menjadi salah satu penulis buku.

Dwiie Potter Killcu (Notes) on Thursday, May 23, 2013 at 11:52am

Buku itu seperti penyihir yang memberikan mantranya kepada para pembaca. Mantra di sini diartikan sebagai inspirasi yang ada di dalam buku. Sebuah masukkan atau pendapat ataupun saran dan nasihat yang ada dalam buku tersebut. Inspirasi ini selalu mengalir bak mata air dari pegunungan yang tak akan habis. Inspirasi yang mungkin bisa membantu para pembaca.

ImaJinasi Archuleta (Notes) on Friday, May 24, 2013 at 2:47pm

Bagiku, buku bagaikan nafas yang selalu mengiringi hariku. buku senantiasa menemani hariku, entah saat suka maupun duka. buku bagaikan       cahaya yang selalu menerangi pandanganku, akan hal-hal gelap disekelilingku. selain itu, buku menjadi ‘penghibur’ku dikala penat akan kerasnya hidup. buku sangat penting dan begitu berpengaruh dalam perjalanan hidupku. secuil kesuksesan yang aku raih, juga berkat benda kecil bernama buku 😉

Retno Sumbulatin May 27

 

Dari buku aku mampu berimajinasi alur cerita yang disuguhkan penulis. Buku mampu menggolah emosiku dengan baik, ketika hati sedang kalut dengan problema kehidupan. Dari buku aku juga mampu menemukan solusi bagaimana cara menjalani hidup yang sulit di terka ini. Satu buku yang sudah aku baca sering kali mampu menggugah hatiku untuk membeli buku yang lain agar pengetahuanku dari buku semakin bertambah.

 

Intan Novriza Kamala Sari (Notes) on Sunday, June 2, 2013 at 4:26am

Bagiku, buku adalah kumpulan lembaran kertas penuh candu. Candu yang positif. Candu yang mampu mengajakku menjelajah bagian dunia dan kisah lain yang belum pernah aku saksikan secara nyata. Lebih dari itu, buku adalah investasi jangka panjang. Buku merupakan sarana efektif untuk berbagi, sarana memberi, karena semua orang pada hakekatnya membutuhkan buku agar bisa membaca dunia.

 

Jumlah pesertanya hanya ada sembilan, jujur aja ya jika dibandingkan dengan jumlah peserta di kuis sebelumnya emang kalaah jauh. Mr.Moz sendiri heran apa penyebabnya, apa bukunya kurang menarik? Kuisnya terlalu sulit atau apa ya? Tapi kalo umpama neh ya, bukunya kurang menarik tapi dari segi penjualan lewat pre-order, Book Junkies ini lebih laku lho. So…kesimpulannya mungkin Mozaiker lebih suka beli daripada ikutan kuisnya kali ya? Horeey, semoga itu benar he3

Dari sembilan peserta ini ada semuanya bagus-bagus bikin paragraph tentang arti buku buat mereka. Mr.Moz sampai bingung lho milihnya. Agar lebih mudah maka Mr.Moz menyortirnya dari jumlah kalimat, seperti di ketentuan kuis maksimal 7 kalimat dan ternyata ada 3 peserta yang melebihi 7 kalimat. Jadi terpaksa didiskualifikasi.

Setelah itu baru deh Mr.Moz menilai. Dari semua paragraph yang bagus-bagus itu Mr.Moz mendapati ada yang menulisnya berbelit-belit dan terlalu banyak yang ingin disampaikan sehingga jatuhnya malah bikin bingung.

Okey, setelah menilai dengan penuh objektivitas maka kami memilih 2 peserta ini sebagai pemenangnya yaitu:

Imajinasi Archuleta

Intan Novriza Kamala Sari

Selamaatttt, segera kirimkan nama asli, alamat lengkap dan nomer HP ke inbox kami. Sesuai dengan ketentuan lomba, kami hanya member subsidi ongkir hingga Rp.20.000. Jika ongkirnya lebih dari itu maka sisanya ditanggung pemenang.

Bagi yang belum menang tak perlu sedih, kalian mendapatkan diskon 20 persen jika membeli Book Junkies. Ada tanda tangan penulisnya juga lhoo.

 

Salam

 

Mozaik Team.

 

Book Junkies Party: Pestanya Para Pecandu Buku

Mozaik Indie Publisher kembali mengadakan event literasi di Bumi Malang tercinta. Kali ini kami mengusung sebuah event yang kami beri nama: Book Junkies Party. Sesuai namanya, event ini merupakan pesta yang diperuntukkan bagi para pecandu buku di Malang. Bertempat di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Malang, acara yang dimoderatori oleh Vivian Wijaya ini dimulai pukul 13.00 WIB.

Sesi pertama Book Junkies Party dibuka dengan launching dan bedah buku kumpulan cerpen karya Adhi Widiyanto yang berjudul Kabut Dalam Cahaya. Buku setebal 128 ini merupakan karya perdana anggota Forum Lingkar Pena Malang yang juga hoby melukis tersebut. Adapun yang bertindak sebagai pembedah adalah Mashdar Zaenal, seorang cerpenis sekaligus novelis jebolan FLP Malang juga.

 

IMG_5403

Mashdar menuturkan bahwa secara keseluruhan buku Kabut Dalam Cahaya ini mengusung cerita yang sendu yang menguras air mata. Tak hanya itu, dia juga berusaha menguak ide cerita dari kumcer ini apakah berasal dari pengalaman pribadi sang penulis?

Adhi pun tak pelit berbagi inspirasi, dia menuturkan bahwa ide-ide dalam buku perdananya tersebut memang berasal dari pengalaman nyata dirinya. Seperti misalnya cerpen Surat Untuk Salsabila yang dia selesaikan hanya dalam waktu satu jam saja setelah sebuah fitnah yang mahadahsyat terjadi dalam hidupnya.

Setelah pembedah dan penulis Kabut Dalam Cahaya tampil, giliran para pengunjung diberi kesempatan untuk bertanya. Adalah Igo Chaniago, salah pengunjung yang mengajukan pertanyaan yang cukup menohok sang penulis: “Secara keseluruhan kumcer Mas Adhi bagus cuma ada yang sedikit ‘menganggu yaitu banyaknya foto-foto diri Mas Adhi di dalam buku. Apakah ini sisi narsis dari sang penulis atau ada campur tangan penerbit?”

Dengan santai dan cueknya Adhi Widiyanto menjawab alasan dia memakai foto dirinya sebagai ilustrasi di dalam bukunya adalah pertimbangan praktis tidak ada budget untuk membayar model, juga kalau memakai foto dari internet nanti akan terkena pasal pelanggaran hak cipta.

Menginjak sesi kedua yaitu bedah buku Book Junkies: Catatan Para Pecandu Buku. Buku setebal 170 halaman ini merupakan karya antologi yang diambil dari 20 blog terbaik Mozaik Blog Competition 2012. Adapun penulis yang datang antara lain Ihwan Hariyanto, Ivonie Zahra, Lalu Abdul Fatah dan Avizena Zen. Bertindak sebagai pembedah Fauziah Rahmawati, mantan Ketua FLP Malang dan penulis beberapa buku.

IMG_5430

Di awal bedah buku, Fauziah bertanya kepada para pengunjung: “Seandainya kalian melihat tiga cover buku ini di rak toko buku, mana yang kalian pilih?” Di tangan Fauziah ada tiga buku, Book Junkies dan dua buku bertema sejenis. Beberapa pengunjung ada yang memilih Book Junkies, sisanya memilih dua buku yang lain.

Tak hanya soal cover yang dikritisi, pemilihan judul Book Junkies juga ikut dipertanyakan. “Kenapa memakai judul Bahasa Inggris, kenapa tidak memakai Bahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti dan sebagai kecintaan pada Indonesia?”

Namun Fauziah tetap obyektif, setelah memberika kritikan, dia memberikan pujian bahwa secara keseluruhan Book Junkies ini isinya sangat menarik sekali, pembaca disuguhi cerita-cerita seru para pecandu buku mulai dari yang sampai bela-belain mencuri buku di perpustakaan hingga meminta mahar lima lemari buku kepada calon suaminya.

Ihwan Hariyanto, mencoba menjawab pertanyaan Fauziah soal pemilihan judul yang berbahasa Inggris. “Mengutip pendapat Dani, salah satu kontributor Book Junkies bahwa terkadang keputusan pembaca untuk membeli sebuah buku itu karena judulnya yang menarik perhatian. Book Junkies kami pilih karena dari segi arti akan membuat orang bertanya-tanya, Junkies selama ini identik dengan drug dan narkoba, nah ini kok disandingkan dengan buku?”

Sementara itu para penulis yang lain berbagi cerita tentang kenapa mereka begitu senang membaca. Ivonie Zahra mengisahkan ketika dia remaja, semua temannya begitu sibuk dan bangga dengan pacar dan gebetan yang mereka miliki. Sedangkan dia sendiri saat itu merasa lebih nyaman menekuni kesenangannya membaca buku. “Bagi saya buku adalah pacar setia saya, bahkan di kamar mandi pun akan tetap saya bawa dan dibaca tentunya.”

Lain halnya dengan Lalu Abdul Fatah yang berpendapat bahwa melalui tulisan kita bisa menyampaikan pendapat kita dalam lingkup yang lebih luas. “Apa yang kami sampaikan di sini hanya akan didengar oleh hadirin yang datang, tapi dengan tulisan maka ide dan buah pikiran kita bisa dibaca oleh orang lain yang tidak hadir di acara ini.”

Dalam sesi tanya jawab banyak pengunjung yang tertarik menanyakan bagaimana caranya memupuk rasa percaya diri dan keberanian menerbitkan buku. Salah satunya Berna, seorang penyiar radio swasta di Malang: “Sebagai seorang penyiar saya terbiasa bercuap-cuap mengeluarkan ide tau gagasan, namun ketika disuruh menuliskannya saya merasa kesulitan. Apalagi ada perbedaan cara menulis, dimana saya terbiasa menulis dengan gaya jurnalistik sedangkan untuk novel harus dengan gaya sastra. Nah bagaimana cara mengatasinya?”

Avizena menyarankan kepada Berna agar memperbanyak membaca karya-karya fiksi agar dia mampu belajar bagaimana menulis fiksi. “Sangat simple sekali kok Mbak, kalau pengin bisa nulis fiksi ya baca aja buku-buku fiksi, dari situ Mbak bisa mencoba belajar menulis fiksi.”

IMG_5479

IMG_5474

Selain bedah buku dan tanya jawab, Mozaik juga memanjakan para pengunjung dengan bazaar buku Mozaik dimana buku-buku yang dibedah dijual dengan diskon 20 persen. Alhamdulillah meski saat itu hujan namun pengunjung datang terus silih berganti menyaksikan acara kami. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Book Junkies Party ini antara lain: Perpustakaan dan Arsip Kota Malang, Radio Puspita 103,7 FM, situs HaloMalang.com dan pihak-pihak lain yang tak bisa kami sebutkan satu per satu.

 

[Launching] BOOK JUNKIES: Catatan Para Pecandu Buku

Judul: Book Junkies: Catatan Para Pecandu Buku

Genre: Non Fiksi – Populer

Penulis: Ihwan Hariyanto, Wayan Lessy Dkk.

Penyunting: Ivonie Zahra

Desain sampul: Muhammad Nurul Islam

Penata Letak: Mozaik Team

Penerbit: Mozaik Indie Publisher

ISBN: 978-602-17659-0-6

Tebal: 160 hlm, 13×19 cm

Harga: Rp. 25.000

 

Kecintaan saya pada buku telah membawa saya menjadi penulis dan pemilik bisnis di bidang buku berbasis teknologi. Buku ini membuktikan bahwa saya tidak sendirian, banyak book junkies lain dengan kisah-kisah serunya dengan buku. Baca Book Junkies dan temukan bahwa buku bukan sekedar kertas yang dijilid atau tulisan yang dikumpulkan, tapi juga sahabat pencerah jiwa. -Ollie, penulis dan pemilik NulisBuku.com, the first online self-publishing in Indonesia

 

Kita mengalami loncatan yang begitu cepat dari budaya tutur (lisan) ke budaya tayang. Akibatnya, sebagian besar masyarakat Indonesia tidak melalui budaya menulis dan membaca.

Hal ini terlihat dari fenomena sebagian besar masyarakat kita yang lebih suka menonton televisi, main game dan sejenisnya dari pada membaca buku. Padahal di dalam buku banyak sekali ilmu pengetahuan dan informasi yang tentunya sangat berguna bagi kemajuan bangsa ini.

Berangkat dari kenyataan yang sangat memprihatinkan tersebut, Mozaik Indie Publisher akhirnya membuat proyek penulisan buku yang kami beri nama Book Junkies: Catatan Para Pecandu Buku.

 

CTP BOOK JUNKIES

Sesuai dengan namanya, di dalam buku ini para pecandu buku (BookJunkies) berbagi kisah tentang arti buku buat mereka. Mulai dari awal mula mereka mengenal buku hingga pengaruh buku di dalam kehidupan para pecandu buku.

Harapan kami, para pembaca terinspirasi oleh kisah-kisah tersebut dan tertulari virus Book Junkies. Budaya membaca sangat penting sekali bagi generasi muda, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Hanya mereka yang membaca yang mampu dan berani berpikir sendiri dan bisa menikmati alam kebebasan. Hanya mereka yang membaca yang martabatnya tak mudah diporakporandakan oleh kekuatan apapun dari luar dirinya, khususnya dari arus informasi.

 

“Setiap orang memiliki pengalaman serta sejarah yang berbeda-beda awal perkenalan mereka dengan buku, ada yang memang sudah terkondisikan sejak kecil dari orangtua, ada yang terpengaruh media, dan yang paling sering adalah pengaruh teman. Intinya, untuk menjadi seorang pembaca apalagi pecandu buku pada awalnya memerlukan lingkungan yang mempengaruhi kita. Buku berjudul Book Junkies ini, berusaha menyebarkan virus doyan buku dengan skala lebih luas. Tidak terbatas pada lingkungan atau jejaring teman, namun juga pembaca secara lebih luas.” Noval Maliki, blogger buku yang beralamat di novalmaliki.blogspot.com

Memikat! Para book junkies adalah calon pemimpin masa depan. Drs. Muhammad Zen, MM. Wartawan MNC TV. Penulis buku: Gus Dur, Kiai Super Unik.

Ayo Baca dan Jadilah Book Junkies..!!

 

Book Junkies bisa didapatkan di toko buku Gramedia di Jabodetabek dan Jawa Timur, Togas Mas Afandi, Jawa Tengah.

Kalau mau yang edisi tanda tangan bisa pesan online di Mozaik. Untuk pemesanan silahkan sms ke: 085749654481 Atau Pin BB: 25B6EAE7. Format sms: judul buku_jumlah eksemplar_nama_alamat lengkap.

 

Salam Literasi

 

 

Ihwan Hariyanto

Owner of Mozaik Indie Publisher

@IhwanMozaik

 

Pengumuman Naskah Lolos BUKAN LAJANG DESPERADO

Apa kabar para lajang?

Ahaa pasti sudah menunggu galau dan penasaran naskah siapa aja sih yang akan lolos dalam antologi Bukan Lajang Desperado kita?

Sebelumnya kami mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini dikarenakan bulan Mei kemarin begitu banyak deadline yang harus kami penuhi dan kami harus membuat mengerjakannya sesuai antrian dan prioritas.

Okey, sekarang kita bahas dulu naskahnya.

Yang pertama, kami ucapkan terimakasih atas partisipasi kalian semua. Usaha teman-teman yang setor naskah di detik-detik terakhir kami acungin jempol. Tapi next event mohon jangan mengulanginya karena itu tidak baik he he he

Yang kedua, dari 36 naskah yang masuk dengan amat sangat menyesal kami harus mendiskualifikasi beberapa naskah dikarenakan ternyata itu adalah karya fiksi berupa cerpen. Padahal jelas-jelas di aturan disebutkan bahwa kisah yang ditulis harus berdasarkan kisah nyata diri sendiri atau orang lain. Lalu ada juga yang panjang naskah kurang dari 5 halaman, untung kami jeli karena satu peserta ini mengakali naskahnya yang pendek dengan membuat margin yang besar sehingga naskah yang aslinya hanya 3 halaman membengkak menjadi 8 halaman. Tak perlu kami sebut nama, hanya peringatan saja tolong jangan diulangi lagi ya.

Yang ketiga dari segi penulisan, masih banyak yang menulis dengan tempo yang lambat sehingga kami yang membaca (maaf) jadi mengantuk dan bosan. Harusnya di awal naskah itu harus menyajikan cerita yang mampu membuat pembaca penasaran dan tak ingin berhenti membaca.

Lalu dari segi isi, di pengumuman lomba memang disebutkan boleh menceritakan kisah yang sedih namun harus tetap optimis dalam menyajikan ceritanya. Nah ada naskah yang di akhir cerita malah membuat pembaca jadi down, padahal misi dari buku Bukan Lajang Desperado ini memberikan spirit bagi para lajang agar tetap pede dan menikmati hidup sebagai seorang lajang.

Untunglah masih ada naskah-naskah yang sangat sesuai dengan criteria yang kami cari, gaya berceritanya asyik, seru dan tidak membosankan. Mr.Moz menemukan semangat di dalam cerita tersebut.

Lalu ada juga naskah yang membawa nuansa spiritual dalam menyikapi status lajangnya, bisa dilihat dari judul-judulnya. Hal ini memang perlu sekali, di saat semua pihak memberi tekanan atas status lajang kepada siapa lagi kita mengadu dan meminta pertolongan jika bukan kepada-Nya?

Ada juga naskah-naskah yang ditulis oleh adik-adik kita yang masih duduk di bangku SMA namun mereka mempunyai prinsip untuk tidak berpacaran dulu demi pendidikan mereka. Kami merasa naskah ini juga layak untuk diloloskan agar mampu memberika inspirasi bagi generasi seusia mereka.

So, tanpa basa-basi lagi dengan bangga kami persembahkan  25 naskah yang lolos dan akan diterbitkan bersama naskah Mr.Moz:

  1. Happy Ending Seeker oleh Bimo Pribadi (459)
  2. Enak Loh Jadi Jomblo oleh Tintin Syamsuddin (445)
  3. Gak Punya Pacar? Atau Gak Laku? oleh Rahma Syahrul (445)
  4. Makanya Doakan Dulu oleh San Yasdi Pandia (440)
  5. Ada Perlunya Melajang oleh Ummu Rahayu (436)
  6. Aku dan Alasanku oleh Hamidah Jauhary (432)
  7. Lajang Langka oleh Nira Winarti (430)
  8. Doa Jualah Menghalau Keraguan oleh Nenny Makmun (426)
  9. Menanti Cinta Sejati oleh Linda Erlina (426)
  10. Bukan Cewek Kontemporer oleh Zulfa Rahmatina (425)
  11. Jomblo Polepel oleh Aminah Aini (423)
  12. Melajang Demi Sekolah oleh Nafi Azizah (422)
  13. Kesabaran di Ujung Senja oleh Amri Evianti (422)
  14. Single and Travelling oleh Sukiatno Catur Pamungkas (416)
  15. Catatanku oleh Venny Apriliani (415)
  16. Jomblo Istiqomah oleh Imam Safrullah (407)
  17. Lajangku Sebagai Proses Memaknai Cinta oleh Aiizh Aisyah (405)
  18. Jomblo Pilihan oleh Nova Pjn (402)
  19. Diriku Seindah Mutiara oleh Lia Sutandio (393)
  20. Aku Bukan Perawan Tua oleh Witri Prasetyo Aji (390)
  21. Beauty of Lajang oleh Milda Ini (386)
  22. No Pacaran Istri Yes oleh Neli Muna (365)
  23. Hidup Terus Berlanjut oleh Mahdi Gokielz Ramadhani (360)
  24. Senandung Cinta Buat Icha oleh Icha Hariani Susanti (360)
  25. Jomblo Suram? No Way! oleh Retno Intan (356)

 

Selamat kepada 25 kontributor yang naskahnya lolos untuk kami bukukan, jika ada judul atau nama pena yang salah mohon segera memberikan koreksi.

Naskah akan segera kami proses namun mohon kesabarannya karena masih harus antri dengan naskah-naskah yang sudah duluan masuk ke dapur redaksi. So..be patient guys!

Bagi yang belum lolos, tak perlu berkecil hati. Anggap ini sebagai ajang belajar dan mengasah kemampuan menulis. Kalian bisa mengikuti event kami yang saat ini masih berlangsung yaitu: Audisi Cinta Matiku Indonesia.

 

Salam Literasi

 

 

 Mozaik Team

 

[TIPS] Mencari Dana Untuk Buku Indiemu.

Ketika kita memutuskan untuk menerbitkan buku secara indie maka salah satu aspek yang harus kita persiapkan adalah biaya penerbitan buku.
Kalau hanya cetak secara POD (Print On Demand) biaya yang kita butuhkan relative kecil, bahkan mungkin tidak ada biaya. Kenapa bisa begitu? Iya dong, kan buku kita dicetak kalau ada yang pesan saja. Paling-paling sama penerbit indienya, kita hanya diwajibkan cetak 1 kali saja sebagai tanda persetujuan cetak.
Lalu bagaimana kalau pengin cetak banyak?
Nah Mr.Moz mau berbagi sedikit pengalaman bagaimana cara mencari dana untuk menutup biaya cetak buku secara massal.
1.    Menabung
Iya, ini adalah cara paling rasional yang pertama kali kami sarankan. Kalau kita bisa menabung untuk membeli gadget, motor atau rumah, kenapa kita tidak bisa menabung untuk membiayai penerbitan buku kita sendiri? Malah sebenarnya menabung untuk nerbitin buku adalah investasi paling menguntungkan dibandingkan bentuk-bentuk investasi lainnya.
Kok bisa begitu? Iya doong, dengan menerbitkan buku maka kamu udah mengabadikan namamu. Ketika kamu nanti sudah meninggal, buku yang kamu tulis menjadi bukti keberadaanmu di muka bumi ini. Bukumu juga menjadi warisan dan kebanggaan bagi anak cucumu, apalagi kalau bukumu nanti menjadi best seller.  Bukan hanya namamu yang abadi tapi kamu juga akan mendapatkan royalty dari penjualan bukumu. Dan uang tabungan yang sudah kamu pakai untuk mencetak buku sudah pasti balik.
2.    Patungan
Kalau bukumu adalah karya kroyokan atau antologi kamu bisa mengajak para kontributor untuk patungan.  Tentukan dulu kalian mau cetak berapa, trus hunting deh percetakan atau penerbitan dengan biaya termurah namun tetap berkualitas (Mozaik contohnya he he he). Setelah total biaya cetaknnya ketemu, kamu bagi deh dengan jumlah kontributornya.  Cara patungan inilah yang dipakai oleh Dee An dan Lalu Abdul Fatah ketika menerbitkan Love Journey di Mozaik.
Karena ini patungan maka semua pengeluaran dan hasil penjualan nanti harus dishare kepada semua contributor. Asas keadilan dan kejujuran harus benar-benar dilaksanakan, agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Kalau proyek patungan kalian sukses, kalian bisa mencetak ulang buku kalian atau memulai proyek baru yang lainnya.
3.    Investor/Sponsor
Jaman sekarang, seorang penulis nggak hanya dituntut untuk bisa menulis. Tapi dia juga harus bisa marketing hasil karyanya. Kemampuan ini dibutuhkan ketika kalian berniat mencari investor atau sponsor untuk penerbitan buku kalian.
Untuk mencari sponsor ini gampang-gampang susah ya.  Gampangnya adalah banyak sasaran yang bisa kita bidik, misalnya untuk buku pernikahan kalian bisa membidik brand make-up, jasa wedding organizer untuk menjadi sponsor. Kalau bukumu tentang kesehatan kalian bisa membidik produsen obat-obatan, kalau buku travelling kalian bisa membidik agen atau biro travelling.
Sedangkan untuk investor tergantung kejelian kalian untuk mencari siapa gerangan di antara kenalan kalian yang punya potensi untuk jadi investor. Bahasa lugasnya sih cari teman kalian yang udah kelebihan duit he he he plus punya interest terhadap dunia literasi juga.
Trus susahnya dimana? Susahnya adalah bagaimana kita bisa meyakinkan mereka bahwa buku yang kita tawarkan itu mempunyai nilai jual yang tinggi dengan nilai profit yang besar. Profit ini nggak hanya sekedar uang aja sih tapi juga bisa berupa keuntungan non material.
Sebagai contoh buku Puasa Pertamax yang disponsori oleh Multiply Indonesia. Kami memberanikan diri mengajukan proposal ke mereka karena kontributor buku PP adalah para blogger Multiply. Alhamdulillah pihak MI mau mensponsori sebagai bentuk nyata dukungan mereka kepada para blogger.

Mozaik juga mempunyai investor dari per orangan, mayoritas dari orang-orang dekat Mr.Moz. Buku Mozaik yang dapat investor contohnya: Carok dan My Wedding Story (segera terbit) Kalau untuk yang satu ini sebenarnya juga masih masih misteri kenapa mereka mau menjadi investor Mozaik.  Kalau boleh menebak, mungkin salah satu faktornya adalah kepercayaan. Kepercayaan itu adalah salah satu modal utama di dalam berbisnis, dengan adanya kepercayaan orang tak ragu untuk bekerja sama dengan kita. Tsaah udah kayak pebisnis yang sukses aja neh gayanya.
Perbedaan antara investor dan sponsor terletak pada kompensasi yang kita berikan atas dana yang mereka kucurkan pada proyek kita. Kalau investor kompensasinya adalah pengembalian dana dan bagi hasil keuntungan. Sedangkan sponsor kompensasinya adalah berupa pencantuman logo/merk di buku. Tempatnya bisa di cover depan atau belakang atau bisa juga di dalam buku, tergantung nilai sponsor yang mereka berikan. Ini nanti kalian atur sendiri di dalam proposal pengajuan sponsor kalian.
4.    Donatur
Kalau pengin cari dana yang nggak pakai kompensasi ada nggak Mr.Moz?
Ada, cari aja donatur. Namanya aja donatur, jadi mereka memberi dana dengan sukarela tanpa ada kewajiban bagi kita untuk mengembalikan. Tapi biasanya sebagai bentuk terimakasih kita bisa memberikan reward, bisa berupa buku kita atau merchandise seperti kaos, mug dan lain-lain.
Sekarang ini di internet sudah banyak situs-situs penggalangan dana secara massal. Kalau situs lokal, contohnya wujudkan.com dan patungan.net. Di dua situs ini, banyak sekali proyek-proyek kreatif anak bangsa yang bersaing meraih simpati para donatur untuk membantu proyek mereka. Nggak usah gengsi ngajuin proyek bukumu di sini, Mira Lesmana dan Riri Riza aja memakai situs wujudkan.com untuk penggalangan dana film mereka Atambua 39 Celsius. Mau tau biaya yang berhasil mereka kumpulin? 313 Juta!
Kalau dana sebesar itu aja bisa, apalagi kalau untuk dana cetak buku yang jauuh di bawahnya. Pasti juga bisa.
Wah mereka kan udah punya nama? Beda ama kita yang bukan siapa-siapa.
Deuuh, jangan keburu pesimis gitu dong. Yang penting itu usaha dulu. Ada kok contoh proyek buku yang sukses menggalang dana di sana, sebut saja Buku Sukarni dan Actie Rengasdengklok (wujudkan.com) dan Na Willa: Catatan Hari Kemarin (patungan.net). Dan Alhamdulillah salah satu buku Mozaik juga sukses mendapatkan dana di wujudkan, judulnya Book Junkies yang akan kami launching bulan ini.
So..nggak perlu putus asa dan bingung mencari dana untuk membiayai penerbitan buku indiemu.

Silakan kalian coba beberapa alternative cara yang udah kami jabarkan di atas. Yang penting adalah kita mau mencoba dan berusaha terlebih dahulu. Percaya deh, Allah nggak akan menutup mata melihat usaha kita. Pasti Dia akan memberi pertolongan dari jalan yang tidak pernah kita duga.

Salam

 

Mozaik Team

 

T-Shirt Book Junkies

Mungkin selama ini bosan liat promo Mozaik yang isinya buku mulu 😀

Nah kali ini kami mau promo produk kami yang terbaru yaitu T-Shirt Book Junkies.

junk book 2

Wah Mozaik mau banting setir jualan kaos ya?

He he he enggak kok.

Kebetulan salah satu reward yang kami berikan kepada donatur kami di penggalangan dana di Wujudkan.com adalah T-shirt. Selain buat donatur juga buat kontributor yang nanti datang di acara launching.

Nah bagi kalian yang pengin juga T-Shirt Book Junkies ini, kalian bisa pesan di Mozaik. Adapun spesifikasi kaosnya sebagai berikut:

Warna: Putih

Ukuran yang tersedia:

M (lingkar: 48, panjang: 68) dan L (lingkar: 50, panjang: 70) .

Harga: Rp.60.ooo (belum termasuk ongkir)

Untuk pemesanan silahkan sms ke: 085749654481 Atau Pin BB: 25B6EAE7. Format sms: jumlah _ukuran kaos_nama_alamat lengkap.

Salam

Mozaik Team

Poles Naskahmu Agar Lebih Menarik!

Saat menilai naskah-naskah yang masuk dalam event menulis yang kami selenggarakan beberapa waktu yang lalu, seperti Pertamax Moment, Carok, My Wedding Story dll, kami menemui naskah-naskah yang sebenarnya menarik namun karena ditulis dengan seenaknya sehingga mengurangi nilainya di hadapan Mozaik Team.

Nah kali ini ada beberapa masukan yang ingin kami sampaikan sebagai bahan evaluasi bagi para Mozaiker jika mengikuti event kami selanjutnya agar naskah kalian terlihat lebih menarik dan memikat hati Mozaik Team.

1. Beri jeda dalam tulisanmu.

Memang benar ketika menulis kita disarankan untuk menulis tanpa beban, keluarkan semua yang ada di pikiran dan benak kita agar bisa menghasilkan tulisan yang mengalir. Namun tulisan mengalir yang tanpa jeda sama sekali ibarat serbuan air bah yang akan membuat pembaca tersedak.

Jeda yang saya maksud adalah paragraf. Satu paragraf idealnya terdiri antara tiga sampai tujuh kalimat, apalagi untuk ukuran sebuah buku. Paragraf yang panjang dan bertele-tele akan membuat pembaca terengah-engah mengikuti jalannya cerita. Menulis narasi memang bagus, namun tak ada salahnya membuat paragraf pendek yang terdiri atas dua-tiga kalimat untuk memberi waktu bagi pembaca untuk sekedar menarik nafas.

Cara lain untuk memberi jeda adalah dengan membuat sub judul. Misalnya kalian akan bercerita tentang kisah pernikahan, maka buatlah sub-sub judul mulai dari awal perkenalan, hubungan menuju tahap yang serius, lamaran/khitbah, persiapan dan ujian menuju pernikahan dan endingnya adalah bersatunya dua sejoli dalam mahligai pernikahan.

Pembuatan sub judul ini tidak harus ketika kalian sedang dalam proses mengetik. Buat saja setelah kalian selesai mengetik, kalian coba cermati bagian-bagian mana yang sudah terlalu panjang atau sudah berganti topik. Kalau pergantian topiknya nggak ada, kalian bisa buat jeda ketika berganti setting tempat atau waktu.

Jeda ini berlaku untuk semua jenis naskah, baik itu fiksi maupun non fiksi. Percaya deh, naskah kalian akan lebih menarik dengan jeda-jeda yang tepat di dalamnya.

2. Tulis sesuai gaya lo tapi jangan semau gue.

Kami menghargai gaya menulismu tapi please jangan semau gue nulisnya. Yang saya maksud dengan semau gue itu tidak memperhatikan EYD, penggunaan huruf besar-kecil dan tanda baca.

Mengingat naskah kalian akan diproses menjadi sebuah buku maka akan lebih baik jika kalian mengetiknya dengan format justify alias rata kiri dan kanan.

Okelah memang tugas editor untuk mengedit itu semua namun alangkah bagusnya jika untuk masalah teknis seperti itu sudah dibenahi sendiri oleh penulis sehingga proses penilaian naskah menjadi lebih mudah dan cepat.

Hal seperti ini memang terlihat sepele namun jika tidak diperhatikan akan member nilai minus pada naskahmu. Ingat, saingan kalian nggak hanya satu dua. Kami akan lebih memilih membaca dulu naskah-naskah yang ditulis dengan baik, sesuai EYD dan tidak bikin sakit mata.

 3. Endapkan Terlebih Dahulu

Ketika kamu selesai menulis naskahmu, jangan langsung mengirimkannya kepada kami. Tinggalin dan cuekin dulu naskahmu itu. Kamu perlu mengendapkannya dan beri waktu kepada dirimu sendiri untuk merefresh pikiran dan tenaga.

Tujuannya apa? Agar kamu bisa bersikap objektif ketika akan mengeditnya. Naskah kalian perlu diedit, dimatangkan terlebih dahulu baik dari segi cerita maupun teknik menulisnya.

Ada baiknya juga selama masa pengendapan itu kalian minta tolong kepada temen-temenmu yang berkompeten untuk membaca dan memberikan masukan. Jadi ketika kalian akan mengeditnya sudah banyak bahan editan dan koreksi yang bisa kalian pergunakan guna membuat naskahmu jauh lebih baik.

Itulah sebabnya kenapa kami biasanya memberi peringatan agar jangan suka mengirimkan naskah mendekati deadline. Yakin deh pasti nggak akan sempat untuk mengendapkannya apalagi mengedit. Begitu ada event yang dimulai, segera cari tema dan ide yang menarik. Begitu feel-nya udah dapat langsung tulis, jangan ditunda-tunda.

Mengirimkan naskah mendekati deadline juga member keuntungan bagimu, naskah kalian akan bisa dibaca dengan tenang oleh Team Mozaik.

4. Biodata narasi

Sampai sekarang masih ada aja lho yang nggak tahu yang dimaksud bioadata narasi itu kayak gimana?

Okey deh, kami akan coba jelaskan.

Biodata narasi itu adalah biodata yang ditulis dengan gaya naratif (bercerita). Jadi bukan yang resmi kayak ngasih biodata di formulir atau CV lamaran kerja.

Lalu apa saja sih yang ditulis di biodata narasi?

Kalian boleh menuliskan secara lengkap nama, tanggal lahir bahkan alamat rumah kalian. Tapi itu udah terlalu umum. Bikin yang unik dan beda dari yang lain.

Kalo Mr.Moz biasanya menyesuaikan dengan tema buku yang sedang ditulis.

Misalnya untuk buku Love Journey yang bertema travelling, Mr.Moz bikin biodata narasi yang berbau-bau travelling juga seperti ini:

Ihwan Hariyanto. Penulis asli Malang ini sebenarnya hobi jalan-jalan dan bertualang, tapi karena punya hobi ‘sampingan’ mabuk perjalanan, akhirnya hanya bisa jadi backpacker wannabe. Dalam artian, hanya berani pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Sampai sekarang tempat paling jauh yang pernah dia singgahi adalah Jakarta. Tapi, suatu hari nanti, Ihwan pengin juga bisa backpacking ke luar negeri. Aamiin.

Untuk buku Book Junkies yang bertema tentang buku, Mr.Moz bikin biodata narasi yang berbeda juga, mengikuti temanya:

Ihwan Hariyanto, membaca selalu ditulisnya setiap kali mengisi kolom hobby. Tak heran jika perpustakaan dan toko buku menjadi tempat favoritnya sampai sekarang. Pernah ditegur dan dihafal oleh pegawai toko karena seringnya baca gretongan di rak, merasa beruntung karena kini bekerja di sebuah perpustakaan. Dua buku solo dan beberapa antologi sudah ditulisnya dan kini melalui Mozaik Indie Publisher dia berharap bisa memberikan sumbangsih yang lebih besar untuk dunia literasi Indonesia.

So…udah nggak bingung lagi kan dengan yang namanya biodata narasi.

Mungkin ada yang berpikiran kayak gini: “Duh kok kayaknya ribet banget sih ngirim naskah atau ikutan event di Mozaik? Pakai diatur-atur segala. Males deh.”

Eaaa, kalau kalian sendiri saja sudah malas memoles naskah kalian jangan pernah berharap orang lain akan membaca naskahmu. Kalian nerbitin buku agar lebih banyak orang yang membaca dan mengambil manfaat dari tulisan kalian kan?

Jangan pernah berpikir bahwa karena ini dunia indie maka kita bisa nulis naskah seenaknya saja, nggak memperhatikan kenyamanan pembaca, EYD dan lain-lain. Justru karena kita indie, maka kita harus buktikan bahwa kualitas naskah kita tidak kalah dengan naskah-naskah yang diterbitkan oleh penerbit major.

Baik major maupun indie sebenarnya sama saja, kita dituntut untuk menulis naskah yang berkualitas dan menarik!

Salam

 

 

Mozaik Team

 

*thaks to Dee An yang udah kasih tambahan ide.

 

Quiz Book Junkies

Mozaiker, kami mau bagi-bagi buku gratis lagi neh.

Kali ini kami akan membagikan 2 buku terbaru kami BookJunkies: Catatan Para Pecandu Buku.

Caranya gimana Mr.Moz?

Gampang banget kok, simak ya aturannya di bawah ini:

1. Silakan pilih media yang akan kalian pakai untuk mengikutinya.
a. Kalau pakai note/blog, tulis arti buku versi kamu lalu copy paste narasi promosi buku Book Junkies dan pasang covernya juga. Untuk note tag minimal 15 orang temanmu, termasuk Mozaik Indie Publisher. Kalau blog publikasi di Twitter dengan format: [link blogmu]#QuizBookJunkies mention minim 3 orang temanmu dan @MozaikIndie.

b. Kalau pakai foto, upload cover buku Book Junkies dan tulis arti bukuversi kamu lalu copy paste narasi promosinya di keterangan/caption foto. Tagminimal 15 orang temanmu, termasuk Mozaik Indie Publisher.

2. Kalau sudah, cantumkan link note/blog atau fotomu di komen blog pengumuman kuis kami ini.

Cerita arti buku versi kamu minimal 3 kalimat dan maksimal 7 kalimat (satuparagraph).

Berikut narasi promosi Book Junkies yang harus kalian copy paste di noteatau foto:

————————————————————————————————

Buku, sebuah benda yang mempunyai sejuta arti bagi siapasaja yang suka membaca ataupun menulis.  Melaluilembar-lembar halamannya, buku memberikan banyak hal untuk kita semua. Mulaidari ilmu pengetahuan yang membuka cakrawala baru, inspirasi yang mencerahkanhingga kisah khayalan yang membuat kita terlena dan larut di dalamnya.

Book Junkies: Catatan Para Pecandu Buku. Sebuah buku yangberisi cerita para pecandu buku tentang arti dan pengaruh buku dalam hidupmereka. Ada kisah yang seru, menginspirasi sekaligus menghibur.  Dijamin bagi kamu yang suka membaca akan makincinta mati sama buku dan bagi yang nggak suka baca akan tergugah setelahmengetahui betapa arti buku sangat besar sekali bagi kita. Baca Book Junkiesdan bersiaplah tertulari virus Book Junkies!

Ayo pre-order Book Junkies sekarang dan dapatkan diskon 20persen serta tanda tangan beberapa penulisnya!

Book Junkies: Catatan Para Pecandu Buku
Kontributor: Abi Sabilah, Avizena Zen, Bambang Priantono, Catur Wahono, Dayu Ardani, Dee An, Ihwan Hariyanto, Indarpati, Ivonie Zahra, Jauharry Faddly Ahmad, Jawaray Al-Fajr, Lanisa Lin, Lalu Abdul Fatah, Menara Larasati, Naziah, Dr. Prita Kusumaningsih, SpOG, Priyo Harjiyono, San Yasdi Pandia, Sayekti Ardiyani, Wa OdeSitti Rabiyatul Adawiah, Wayan Lessy.

Harga: Rp.25.000
Diskon Pre Order: Rp.20.000

Cara Pre-Order:

Kirim sms ke 0857 496 54481 dengan format sebagai berikut:
Nama Lengkap[spasi] Judul Buku[spasi] Jumlaheksemplar[spasi]Alamatlengkap.

Setelah itu akan kami beritahu ongkir dan silakan transfer pembayaran ke:

-BNIan. Ihwan Hariyanto
norek: 0189982456
– BCA an. IhwanHariyanto
norek: 3150837625

———————————————————————————————————————————-

Kuis ini dimulai dari sekarang 21 Mei 2013 sampai dengan 9 Juni 2013.

Cara penjurian:
Dua orang dengan cerita terbaik arti buku versi kamu akan mendapatkan 2 bukuBook Junkies yang sudah dibubuhi tanda tangan penulisnya.

Mohon maaf untuk ongkirnya kami hanya bisa kasih subsidi maksimal Rp.20.000, jika melebihi maka sisanya ditanggung pemenang.

So…jangan buang waktu lagi, segera ikuti Quiz Book Junkies ini sekarang juga…!!

Salam

Mozaik Team

Cover yang dipasang adalah cover di bawah ini.

book junkies revised 04-01

Audisi CINTA MATIKU INDONESIA

Indonesia, sebuah negeri dengan kebudaya an yang indah dan penuh pesona.  Terdiri dari 34 provinsi, begitu banyak aneka ragam kebudayaan daerah yang patut kita banggakan dan jaga kelestariannya. Namun sayangnya, sekarang ini kebanyakan dari generasi muda kita lebih bangga meniru-niru budaya asing yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita.
Ironisnya, ketika ada bangsa lain yang mengklaim budaya Indonesia, kita dengan membabi buta menghujatnya habis-habisan. Tanpa sadar bahwa itu semua terjadi karena kita sendiri telah menelantarkan budaya Indonesia.
Berangkat dari fenomena di atas, Mozaik Indie Publisher menantang kalian semua untuk mengikuti audisi menulis cerpen bertema budaya yang kami namakan: CINTA MATIKU INDONESIA.
Adapun ketentuan audisinya sebagai berikut:
SYARAT PENDAFTARAN
•    Peserta terbuka bagi siapa saja yang telah berteman dengan Mozaik Indie Publisher.
•    Like Fanpage Mozaik dan follow twitter Mozaik: @MozaikIndie
•    Setiap peserta hanya berhak mengajukan satu tulisan terbaiknya.
•    Sebarluaskan info event ini melalui dua cara yang bisa kamu pilih:
Jika lewat note FB, maka kamu harus mentag minimal 20 teman dan akun FB Mozaik Indie Publisher.
Jika lewat blog, maka kamu harus publish blogmu di twitter dengan format: Audisi #CintaMatikuIndonesia[link blogmu] mention: @MozaikIndie
SYARAT NASKAH CERPEN
•    Menulis sesuai dengan ketentuan panitia yaitu mengangkat salah satu budaya Indonesia menjadi tema utama ceritamu. Namun kalian tetap dibebaskan untuk menuliskannya menjadi berbagai macam genre mulai dari romance, komedi, thriller hingga misteri.
Sebagai referensi kalian bisa membaca karya fiksi yang bertema budaya di bawah ini:
Sitti Nurbaya karya Marah Rusli
Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari
Para Priyayi oleh Umar Kayam
Dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata
Kronik Betawi karya Ratih Kumala

•    Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang literer (indah, menarik, mengalir) serta komunikatif. Diperbolehkan menggunakan bahasa daerah asalkan diberi keterangan arti katanya dalam Bahasa Indonesia.
•     Naskah yang dilombakan harus asli (bukan saduran atau plagiat) dan belum pernah dipublikasikan serta tidak sedang dikirimkan ke media manapun.
•    Naskah ditulis di kertas A4, diketik dengan spasi 1,5, font TNR 12, margin standart, panjang naskah antara 4 – 8 halaman.
•    Tulisan tidak mendiskreditkan kelompok tertentu terkait isu SARA, melanggar kesusilaan dan pornografi.
•    Kirim naskahmu ke email: audisicmi@gmail.com dengan subject: Judul Cerpen_Nama Pengarang. Jangan lupa sertakan biodata narasi maksimal 1 paragraf di akhir naskah. DEADLINE : 31 JULI 2013. (Diperpanjang jika naskah belum memenuhi kuota)
•    Penilaian penulisan sesuai dengan kriteria yang ditentukan panitia. Kriteria penilaian akan melihat beberapa indikator, diantaranya:

No. KOMPONEN PENILAI INDIKATOR PENILAIAN JURI
1. Judul Cerpen Relevansi Dengan Tema
2. Perwatakan Kekuatan Karakter Dengan Penokohan Cerita
3. Penyajian Alur Cerita Konflik Yang mengejutkan dan Alur yang Susah Ditebak, Ending Cerita
4. Diksi Dan pilihan Kata Pemilihan Dan Penggunaan Kosakata Dalam Menyajikan Alur Cerita Dan Dialog
5. Pesan dan isi Cerita  Tema Budaya harus menjadi ide utama bukan sekedar tempelan. Pesan Moral dan Sosial yang tersirat dari cerita
6. Ketentuan Penulisan Kesesuaian terhadap aturan penulisan yang ditetapkan panitia.

Akan kami pilih 25 naskah terbaik akan dibukukan dengan naskah Mr.Moz.  Karena ini diterbitkan secara indie, maka kontributor tidak akan diberikan royalti namun akan mendapatkan diskon 20 persen jika membeli bukunya sendiri.
Jika naskah-naskah yang terpilih mempunyai nilai jual yang tinggi maka akan kami coba ajukan ke investor untuk diterbitkan secara major dan tentunya semua kontributor akan mendapatkan royalti. Oleh karena itu keluarkan kemampuan terbaikmu yaa!!
Ayo ekspresikan rasa cintamu pada tanah air dan budaya Indonesia melalui Audisi CINTA MATIKU INDONESIA..!!
Please, feel free to copy paste and share to everyone 🙂

Salam

Mozaik Team